Selasa, 19 Oktober 2010

kesehatan reproduksi pada remaja

BAB 1
PENDAHULUAN


LATAR BELAKANG MASALAH
Kesehatan reproduksi adalah keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan social secara lengkap dan bukan hanya adanya penyakit atau kelemahan, dalam segala hal yang berhubungan dengan system reproduksi dan fungsi-fungsi serta prosesnya.
Sedangkan kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi yang sehat yang menyangkut system, fungsi, dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Pengertian sehat di sini tidak semata-mata berarti bebas penyakit atau bebas penyakit atau bebas dari kecatatan, namun juga sehat secara mental serta sosio kultural.
Remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi agar memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada disekitarnya.
Masalah yang banyak muncul pada remaja antara lain obesitas, merokok dan narkoba. Obesitas atau kegemukan adalah ketidakseimbangan jumlah makanan yang masuk dibanding dengan pengeluaran energi oleh tubuh. Sedangkan rokok adalah racikan dari tembakau dan bahan pelengkap lainnya yang mengandung zat psikoaktif yang bernama nikotin. Sedangkan narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya. Narkotika adalah Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Makin meningkatnya tingkat pengguna rokok dan narkoba dikalangan remaja saat ini memang menjadi masalah yang sulit dipecahkan. Dampak yang ditimbulkan dari rokok dan narkoba sangat membahayakan bagi kesehatan. Meskipun banyak orang yang telah mengetahui akibat buruk dari merokok dan narkoba namun sebagian besar masih tetap saja mengkonsumsinya.
Selain rokok dan narkoba, obesitas juga menjadi masalah yang kini kian muncul di kalangan remaja. Hal ini ditimbulkan akibat dari pola makan dan pola hidup yang tidak sehat.
Oleh sebab itulah penulis menyusun makalah ini dengan judul Asuhan Kesehatan Reproduksi pada Remaja.

RUMUSAN MASALAH
1. Apa saja yang menyebabkan seorang remaja dapat terkena obesitas, merokok dan narkoba?
2. Bagaimanakah dampak dari obesitas, merokok dan narkoba bagi remaja?
3. Hal apa saja yang dapat dilakukan untuk menghindarkan seorang remaja dari bahaya obesitas, merokok dan narkoba?
4. Apa tindakan yang seharusnya dilakukan seorang bidan dalam menangani masalah-masalah pada remaja?

TUJUAN
Adapun tujuan penulis menyusun makalah ini adalah:
1. Memenuhi tugas praktikum Kesehatan Reproduksi Semester 2 STIKes ‘Aisyiyah tahun 2010.
2. Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai obesitas, merokok dan narkoba.
3. Mengetahui dampak yang ditimbulkan dari obesitas, merokok, dan narkoba.
4. Mengetahui bahaya obesitas, merokok dan narkoba bagi kesehatan.
5. Mengetahui peran keluarga, kader kesehataan, lingkungan dan pemerintah terhadap masalah tersebut.


BAB II
LANDASAN TEORI


OBESITAS
Pengertian Obesitas
Obesitas atau kegemukan adalah ketidakseimbangan jumlah makanan yang masuk dibanding dengan pengeluaran energi oleh tubuh. Obesitas terjadi jika seseorang mengkonsumsi kalori melebihi jumlah kalori yang dibakar. Untuk menjaga berat badan, perlu adanya keseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang keluar. Ketidakseimbangan energi yang terjadi dapat mengarah pada kelebihan berat badan dan obesitas.

Klasifikasi obesitas
Terdapat 3 kelompok obesitas yaitu:
- Obesitas ringan yang kelebihan lemak 20-40% dari berat badan.
- Obesitas sedang 41-100% dari berat badan.
- Obesitas berat yaitu kelebihan melebihi 100%.

Gejala obesitas
Gelaja-gejala yang dimunculkan oleh penderita obesitas adalah sesak nafas, tidur apneu(pernafasan berhenti untuk sementara waktu pada saat tidur), mengantuk pada siang hari, nyeri di punggung bawah, memburuknya osteoartritis, adanya kelainan kulit dan edema(pembengkakan akibat penimbunan cairan di daerah tungkai dan kaki). Sehingga jika gejala-gejala itu sudah muncul perlu dicurigai dan dilakukan pemeriksaan kemungkinan obesitas.
Ada beberapa penyakit penyebab obesitas yaitu hipotiroidisme, syndroma chushing, syndroma Prader-Whilly, dan beberapa kelainan syaraf yang menyebabkan banyak makan.

Dampak obesitas

Dampak umum yang disebabkan obesitas,yaitu:
1. gangguan psikososial, misalnya, rendah diri karena diolok-olok teman akibat berbagai perbedaan dengan sesama.
2. pertumbuhan fisik yang lebih cepat. Usia tulang juga menjadi lebih cepat dibanding umur biologiknya.
3. gangguan pernapasan, umpamanya tidur mendengkur, sering mengantuk di siang hari, atau infeksi saluran napas.
4. obesitas berlanjut sampai usia dewasa terutama apabila dimulai pada masa prapubertas.
5. Adanya penyakit degeneratif maupun metabolik, seperti darah tinggi, jantung koroner, kencing manis, dan kelebihan kolesterol maupun lemak protein.
6. Penyempitan pembuluh darah karena timbunan lemak yang berlebihan.
7. Potensi paling sering terjadi pada anak obesitas adalah infeksi pernapasan atas (ISPA)

Faktor penyebab Obesitas:
- Pola makan yang salah (terbiasa makan makanan berlemak tinggi)
Obesitas sering dikaitkan dengan banyaknya lemak dalam tubuh. Lemak adalah kawan sekaligus lawan. Lemak sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat panas, sebagai penyerap guncangan, dan lain-lainnya.
- Faktor keturunan
Seorang anak mempunyai kemungkinan 40 % menjadi gemuk kalau salah satu orang tuanya obesitas. Kemungkinan lebih ta wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Walaupun lemak amat berguna bagi tubuh, berbagai penyakit dapat timbul karena kelebihan lemak. Salah satunya adalah obesitas atau kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan.
- Gaya hidup modern yang kurang gerak
Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kebutuhan energi(energy expenditure), sehingga apabila aktivitas fisik rendah maka kemungkinan terjadinya obesitas akan meningkat.

- Lingkungan
Lingkungan keluarga dan lingkungan pertemanan juga dapat mempengaruhi remaja khususnya dalam peningkatan berat badan. Orang tua yang tidak dapat menerapkan pola hidup sehat kebanyakkan tidak dapat membantu anaknya untuk mengurusi aktivitas dan pola makan anaknya juga akan lalai dengan obesitas yang akan dialami anaknya. Dalam pertemanan pun jika anak tidak memilih teman yang tepat, akan membuat kelebih beresiko kelebihan berat badan dan berlanjut ke obesitas. Sehingga lingkungan yang mendukung, sangat membantu anak dalam menjaga berat badannya.

- Faktor perkembangan
Berkembang adalah proses yang mutlak dialami oleh makhluk hidup. Perkembangan pesat fungsi organ tubuh dan reproduksi manusia adalah pada saat remaja. Aktivitas memuncak saat anak memasuki masa remaja, sehingga banyak tenaga yang diperlukan juga karena nafsu makan pada usianya memang sedang tinggi, sehingga terkadang remaja disebut rakus dalam pola makan.

Pencegahan Obesitas
Pencegahan obesitas dapat dilakukan dengan cara:
Pencegahan primer dilakukan menggunakan dua strategi pendekatan, yaitu pendekatan populasi untuk mempromosikan cara hidup sehat pada semua anak dan remaja beserta orang tuanya, serta pendekatan pada kelompok yang berisiko tinggi menjadi obesitas. Usaha pencegahan dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan di pusat kesehatan masyarakat.
Pencegahan sekunder dan tersier lebih dikenal sebagai tata laksana obesitas serta dampaknya. Prinsip dari tata laksana obesitas pada anak berbeda dengan dewasa karena harus mempertimbangkan faktor tumbuh-kembang. Caranya dengan pengaturan diet, bukan mengurangi jumlah asupan makanan tetapi dengan mengatur komposisi makanan menjadi menu sehat. Antara lain peningkatan aktivitas fisik, misalnya dengan membatasi aktivitas pasif, seperti menonton televisi atau bermain komputer dan play stations, mengubah pola hidup (modifikasi perilaku) menjadi pola hidup sehat, baik dalam mengonsumsi makanan maupun dalam beraktivitas. Perubahan tersebut sebaiknya melibatkan seluruh keuarga, sehingga tidak dirasa sebagai hukuman atau pengucilan bagi si anak

Klasifikasi Obesitas Menurut WHO (1998)
INDEKS MASA TUBUH KATEGORI
< 18,5 Berat badan kurang 18,5 - 24,9 Berat badan normal 25 - 29,9 Berat badan lebih 30 - 34,9 Obesitas I 35 - 39,9 Obesitas II > 39,9 Sangat obesitas




Pengobatan Obesitas
Cara mengatasi obesitas bisa dilakukan dengan mengubah pola makan atau diet dan olah raga secara teratur. Sebelumnya perlu diketahui lebih dulu penyebab obesitas, karena terkadang diperlukan obat untuk membantu penyesuaian tubuh terhadap kebiasaan baru tersebut.

MEROKOK
Rokok adalah racikan dari tembakau dan bahan pelengkap lainnya yang mengandung zat psikoaktif yang bernama nikotin. Oleh karena itulah rokok dapat mendatangkan perasaan nikmat, rasa nyaman, fit, dan meningkatkan produktifitas. Sayangnya perokok menjadi ketagihan. Tanpa rokok ia menjadi lemas, loyo, tidak produktif, tidak berdaya dan tidak enak.
Selain nikotin, rokok juga mengandung 4000 macam zat kimia dan 20 macam racun maut yang terdapat di dalam TAR. Rokok merusak kesehatan, mematikan, dan merusak keharmonisan keluarga.
Bila kebiasaan merokok dihentikan maka untuk beberapa hari perokok akan mengalami sakaw, sebab rokok memang termasuk narkoba.
Bangsa Indonesia tergolong penggemar rokok. Negara dengan jumlah pabrik rokok terbanyak di Dunia adalah Indonesia. Kebiasaan merokok adalah kebiasaan buruk nenek moyang yang tetap kita lestarikan hingga sekarang.
Rokok adalah jajan yang “ Nikmat “ dan “Murah”. Dikatakan nikmat karena orang yang biasa merokok sulit menghentikan kebiasaannya. Rokok dikatakan nikmat karena bagi pecandunya rokok memang dapat mendatangkan perasaan nikmat, segar, tenang, fit, hilang rasa malas, dan pikiran terasa jernih.
Rokok juga disebut murah karena hanya dengan Rp.500 seseorang sudah dapat mendapatkan 4000 macam zat kimia dalam sebatang rokok.
Rokok memiliki tiga sifat jahat narkoba yaitu habitual, adiktif dan toleran. Bagi pecandu rokok, nikotin dalam rokok itulah yang dapat membuat hidup menjadi lebih hidup.

Bahaya Merokok bagi Kesehatan
Rokok dapat berakibat jelek bagi kesehatan seperti jalan pernafasan dan paru, jantung, ginjal, dan mata. Adapun penyakit- penyakit yang dapat ditimbulkan aantara lain adalah:
1. Atherosklerotik
Atherosklerotik adalah penyakit dari pembuluh nadi yang besar sampai dengan yang berdiameter luar 2 mm. Secara klinis atheroslerosis termasuk penyakit pembuluh darah yang terpenting. Karena yang terkena adalah pembuluh nadi jantung (koroner) dan otak.
2. Penyakit jantung
Penyakit jantung dapat meracuni jantung, zat yang dapat meracuni jantung adalah nikotin dan CO ( Carbon monoxida)
Nikotin tersebut apabila dihisap, akan dapat merangsang keluarnya hormon adrenalin dan non adrenalin, suatu hormon yang dapat mengakibatkan naiknya frekuensi denyut jantung. Dengan sendirinya akan menaikkan kebutuhan energi untuk kerja jantung serta kebutuhan oksigen. Selain itu juga akan menaikkan tekanan darah, kenaikan kadar lemak di dalam darah.
Sedangkan CO sendiri kalau dihisap akan sangat mudah diikat oleh hemoglobin di dalam darah yang sangat berfungsi untuk mengangkut oksigen.

Alasan Remaja Merokok
1. Kepuasaan psikologis
Seorang remaja beranggapan bahwa dengan merokok akan mendapatkan kepuasan psikologis. Mereka akan meresakan ketagihan akibat pengaruh dari nikotin yang terkandung didalamnya. Karena itulah rokok sangat susah dilepaskan dari kehidupan remaja.
2. Sikap permisif orang tua terhadap perilaku merokok remaja
Banyak orang tua yang berangapan bahwa merokok pada remaja adalah kegiatan menyimpang. Mereka akan mengekang seorang anak remajanya untuk merokok, tetapi tanpa memberikan contoh kepada anaknya. Oleh sebab itulah remaja akan merasa tertantang dan mencoba-coba rokok.
3. Pengaruh teman sebaya
Teman sebaya memang sangat berpengaruh, dalam berteman kadang-kadang seorang remaja harus mengikuti kebiasaan yang mereka lakukan. Pengaruh teman sebaya lah yang dapat menjerumuskan seseorang untuk menggunakan rokok.

NARKOBA
PENGERTIAN NARKOBA
Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya. Menurut UU No.22 Tahun 1997 tentang Narkotika disebutkan pengertian Narkotika adalah Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Bahan adiktif lainnya adalah zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan ketergantungan.
JENIS-JENIS NARKOTIKA
Opioid/opiat
Opioid atau opiat berasal dari kata opium, jus dari bunga opium, Papaver somniverum, yang mengandung kira-kira 20 alkaloid opium, termasuk morfin. Nama Opioid juga digunakan untuk opiat, yaitu suatu preparat atau derivat dari opium dan narkotik sintetik yang kerjanya menyerupai opiat tetapi tidak didapatkan dari opium. opiat alami lain atau opiat yang disintesis dari opiat alami adalah heroin (diacethylmorphine), kodein (3-methoxymorphine), dan hydromorphone (Dilaudid).
EFEK SAMPING YANG DITIMBULKAN :
Mengalami pelambatan dan kekacauan pada saat berbicara, kerusakan penglihatan pada malam hari, mengalami kerusakan pada liver dan ginjal, peningkatan resiko terkena virus HIV dan hepatitis dan penyakit infeksi lainnya melalui jarum suntik dan penurunan hasrat dalam hubungan sex, kebingungan dalam identitas seksual, kematian karena overdosis.
Turunan OPIOID (OPIAD) yang sering disalahgunakan adalah :
Candu
Getah tanaman Papaver Somniferum didapat dengan menyadap (menggores) buah yang hendak masak. Getah yang keluar berwarna putih dan dinamai "Lates". Getah ini dibiarkan mengering pada permukaan buah sehingga berwarna coklat kehitaman dan sesudah diolah akan menjadi suatu adonan yang menyerupai aspal lunak.
Morfin
Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Morfin merupaakan alkaloida utama dari opium ( C17H19NO3 ) . Morfin rasanya pahit, berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan
Heroin ( putaw )
Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat dari morfin dan merupakan jenis opiat yang paling sering disalahgunakan orang di Indonesia pada akhir - akhir ini . Heroin, yang secara farmakologis mirip dengan morfin menyebabkan orang menjadi mengantuk dan perubahan mood yang tidak menentu. Walaupun pembuatan, penjualan dan pemilikan heroin adalah ilegal, tetapi diusahakan heroin tetap tersedia bagi pasien dengan penyakit kanker terminal karena efek analgesik dan euforik-nya yang baik.
Codein
Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu. Efek codein lebih lemah daripada heroin, dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungaan rendah. Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih. Cara pemakaiannya ditelan dan disuntikkan.
Demerol
Nama lain dari Demerol adalah pethidina. Pemakaiannya dapat ditelan atau dengan suntikan. Demerol dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna.
Methadone
Saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opioid. Antagonis opioid telah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid.
Kokain
Kokain adalah zat yang adiktif yang sering disalahgunakan dan merupakan zat yang sangat berbahaya. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan.

JENIS-JENIS PSIKOTROPIKA
Adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetris, bukan narkotika, yang bersifat atau berkhasiat psiko aktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.
Ecstasy
Extasy merupakan zat psikotropika dan biasanya diproduksi secara ilegal di dalam laboratorium dan dibuat dalam kapsul. Extasy mendorong tubuh diluar batas kemampuan fisik. Akibatnya kekeringan cairab tubuh dapat terjadi sebagai akibat dari pengerahan tenaga, yang tinggi dan lama.
Nikotin
Adalah obat yang bersifat adiktif, sama seperti Kokain dan Heroin. Bentuk nikotin yang paling umum adalah tembakau, yang dihisap dalam bentuk rokok, cerutu, dan pipa. Tembakau juga dapat digunakan sebagai tembakau sedotan dan dikunyah (tembakau tanpa asap).

PENYALAHGUNAAN NARKOBA
Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan penefitian. Tetapi karena berbagai alasan mulai dari keinginan untuk coba-coba, ikut trend/gaya, lambang status sosial, ingin melupakan persoalan, dll. - maka narkoba kemudian disalahgunakan. Penggunaan terus menerus dan berlanjut akan menyebabkan ketergantungan atau kecanduan.
Dampak penyalahgunaan Narkoba
Dampak Fisik:
1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi
2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah
3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian.

Dampak Psikis:
1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
Dampak Sosial:
1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram


BAB III
KASUS DAN PEMBAHASAN


KASUS OBESITAS
Gagal Jantung akibat Obesitas
20 November 2009
Masalah kegemukan atau obesitas nyatanya tak hanya mencederai estetika bentuk tubuh, tapi juga sejumlah fungsi organ tubuh. Salah satu organ tubuh yang berpotensi mengalami kerusakan akibat obesitas adalah jantung.

Masih ingat kasus kematian salah satu aktor komedi Ngelenong Nyok yang kondang dengan sebutan “Big Dicky”, 30 tahun. Aktor bertubuh tambun itu meninggal setelah sebelumnya sempat beberapa hari mendapatkan perawatan di RS MMC, Kuningan, Jakarta Pusat.

“Big Dicky” yang menderita obesitas itu dikabarkan meninggal akibat gagal jantung. Sudah sejak lama pria bernama asli Agung Firmansyah itu diketahui mengalami penyempitan pembuluh darah di sekitar jantung dan parunya

Salah satu dokter spesialis jantung di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dr. Adnil Basha menjelaskan penderita obesitas sangat berpotensi mengidap penyakit jantung karena tingginya beban kerja pada jantung mereka. Menurut dokter yang kerap menangani penderita jantung dengan faktor risiko obesitas itu, dengan besarnya tubuh seseorang yang masuk kelompok obesitas, jantung harus bekerja lebih keras memompakan darah ke seluruh jaringan tubuh.

Kombinasi antara obesitas dan hipertensi ini tentu saja memperberat kerja jantung. Akibatnya, bisa timbul penebalan pada dinding bilik jantung yang disertai dengan kekurangan oksigen. Keadaan itulah yang akan pula mempercepat terjadinya gagal jantung,” tambahnya.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah ada, lanjutnya, sekitar 50%-60% penderita obesitas mengalami masalah pada jantungnya. Tapi, menurut dia, permasalahan lanjutan dari obesitas itu masih sangat tergantung pada pola hidup yang dikembangkan oleh penderita.

Lantaran itulah, yang harus dibenahi pertama kali dalam penanganan penderita jantung dengan faktor risiko obesitas adalah pola hidup serta makan mereka. Sehingga hasil yang bisa dicapai adalah badan lebih kurus, darah lebih encer, dan penurunan kolesterol.

“Pengurangan berat badan hingga 10% bisa menurunkan kemungkinan penyakit jantung. Karena itu dalam penanganan pasien jantung dengan dasar obesitas, mesti dilibatkan juga ahli gizi,” kata dokter yang juga menjabat sebagai Kepala UPF Kardiologi Preventif dan Rehabilitatif RS Harapan Kita itu.

Lebih lanjut, dr. Adnil menegaskan dalam proses penurunan berat badan pada penderita obesitas, ia tidak menyarankan penggunaan obat pelangsing secara bebas. Sebab, kata dia, obat pelangsing juga berpotensi menimbulkan gangguan jantung.

Ihwal tindakan operasi pada pasien jantung yang menderita obesitas, Adnil menuturkan, risikonya jauh lebih tinggi ketimbang pasien tanpa obesitas. Sebab, kata Adnil, mesti dicermati betul tekanan darah pasien, komposisi darah, serta fungsi ginjal, paru-paru, dan juga jantung.

Khusus untuk laki-laki, Adnil memberi gambaran bahwa obesitas dapat diukur dari lingkar pinggang. Lelaki dengan sentral obesitas di bagian perut, menurut dia, cenderung menderita penyakit jantung koroner. “Sedangkan untuk wanita, ukuran seseorang menderita obesitas atau tidak dapat diukur pada lingkar pinggulnya. Tapi wanita memiliki hormon pelindung dari serangan jantung yang bekerja selama dirinya masih datang bulan,” katanya.


Pembahasan Kasus I
Dibanding remaja berbadan kurus, remaja yang memiliki bobot badan berlebih (obesitas) memiliki kemungkinan terbesar meninggal dunia akibat penyakit jantung atau penyakit berbahaya lainnya. Besar kemungkinan pula mereka meninggal di usia paruh baya. Yang dialami “big dicky” atau Agung Firmansyah adalah dampak berkepanjangan dari obesitas yang dideritanya selama ini. Karena selama hidupnya dia tidak memperhartikan pola hidup dan pola makannya, sehingga jantngnya tidak kuat untuk melawan obesitas yang ia derita. Pola hidup masyarakat modern yang jauh berubah, merupakan factor utama timbulnya obesitas. Diantaranya karena aktifitas kebanyakan di dalam ruangan dan tidak bergerak. Belum lagi karena di manja fasilitas yang memudahkan semua aktifitas. Tidak perlu kerja berat mengeluarkan keringat.Beda dengan 20 tahun lalu, dimana masih ditemukan rutinitas di tempat kerja menggunakan sepeda atau jalan kaki. Saat itu sangat langka kita temukan adanya penyakit obesitas.


Kasus 2

Mati Malu Akibat Obesitas
Senin, 23 November 2009 | 01:38 WIB
SOUTH CAROLINA, KOMPAS.com - Memiliki tubuh super besar bukan dambaan Tillmon Webb, 33. Pria asal South Carolina, Amerika. Ia justru tersiksa dan malu akibat berat badannya yang terus membengkak hingga 250 kg.

Selama meratap nasibnya, ia pun memilih tetap tinggal di kursi kesayangannya selama delapan bulan terakhir. Bahkan sampai ajalnya tiba, ia tetap bertahan di kursi tersebut.

Ya, Tilmmon yang menderita obesitas, enggan beranjak dari kursi tersebut. Pasalnya ia takut diejek orang-orang di sekitarnya jika keluar rumah. Bahkan ia melakukan semua aktivitasnya dari kursi tersebut. Mulai dari makan, minum, bahkan kencing dan buang air besar di kursi tersebut.

Seperti dikutip The Sun, Sabtu (21/11), istri Tilmmon, Ada, terpaksa memanggil bantuan lewat sambungan telepon 911, Rabu (18/11) ketika suaminya jatuh sakit. Ketika tim medis tiba di rumahnya, betapa kagetnya mereka. Tubuh Tillmon penuh dengan luka dan mengeluarkan bau busuk. Ada mengatakan pada tim medis, jika Tilmmon tidak mau beranjak dari kursinya sejak bulan Maret silam karena malu akan ukuran tubuhnya yang jumbo.

Butuh bantuan petugas pemadam kebakaran untuk memindahkan Tillmon. Mereka terpaksa menggergaji dan membongkar kursi tersebut. Kemudian mereka membawa Tillmon ke rumah sakit terdekat.

Sayangnya, nyawa Tillmon tidak tertolong. Beberapa jam kemudian ia meninggal di rumah sakit. Padahal sedianya hari tersebut merupakan hari bahagia bagi pasangan tersebut. Maklum saja, hari itu merupakan perayaan hari jadi pernikahan mereka yang kedua.



Pembahasan Kasus II
Obesitas Yang dialami Tillmmon adalah obesitas yang tidak mendapatkan sentuhan secara dini. Seharusnya Tillmon mendapatkan penyuluhan, pendampingan dan motivasi dari dokter ahli dan keluarga tedekatnya. Namun kasus Tillmon dibiarkan begitu saja dan tenggelam dalam depresi yang berkepanjangan sehingga ia hanya duduk di atas kursinya hingga akhir hidupnya. Sehingga kondisi obesitas Tillmon diperparah dengan kondisi psikologis yang terganggu.
Pihak RS pun seharusnya perduli pada kasus Tillmon yang mengalami cidera lutut. Karena cidera tersebut menambah resiko kematian dalam dirinya selain obesitas. Karena keterbatasan fisik juga menghambat dia melakukan aktivitas,sehingga ia tidak dapat mengurangi obesitasnya.

Peran Bidan
Yang harus dilakukan seorang bidan dalam menghadapi kasus seperti ini adalah bidan melakukan pendampingan dan pengelolaan remaja ataupun balita sejak dini, baik yang beresiko obesitas sejak lahir atau pun yang belum, karena obesitas juga dapat muncul setelah ia dewasa. Bidan juga harus memberikan konseling khusus dan motivasi penuh terhadap remaja ataupun dewasa yang sedang mengalami obesitas agar dapat mengurangi berat badannya, mengubah pola hidupnya, memantau aktivitasnya dan menjaga lingkungannya agar ia tetap dalam pola hidup yang sehat.





Narkoba
Kasus 1
Mahasiswi Tertangkap Simpan Sabu

Pembahasan
Kasus tersebut sangat tidak layak ditemukan pada kalangan remaja, apalagi remaja tersebut adalah seorang mahasiswa Hukum. Seyogyanya seorang mahasiswa hukum lebih tahu dan mengerti mengenai masalah narkoba beserta hokum yang menjeratnya. Masalah keluarga yang dipicu sebagai penyebab utama tersangka memakai narkoba, seharusnya jangan sampai terjadi. Narkoba bukanlah penyelesaian dari masalah tetapi justru akan memperpanjang masalah.

Kasus 2
59 remaja di Surabaya terjerat narkoba


SURABAYA - Kepala Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Surabaya, Eko Puji Nugroho, Jum’at (3/7), mengatakan sebanyak 59 remaja terjerat kasus narkoba dalam periode Januari-Juni 2009.

"Selain 59 remaja, ada tiga anak berusia 14 tahun juga terlibat kasus yang sama dalam kurun waktu itu," katanya menambahkan.

Ia menyebutkan, dalam semester pertama 2009, jajaran Satuan Reserse Narkoba Polwiltabes Surabaya berhasil membekuk 118 orang bandar dan 574 orang pecandu.

Menurut dia, anak-anak dan remaja mudah terjerumus dan menjadi korban penyalahgunaan narkoba. "Bahkan dalam kurun waktu enam bulan ini, sebanyak enam anggota polisi ditahan karena terlibat kasus narkoba," katanya.

Selain itu, lanjutnya, ada juga lima anggota TNI yang terjaring kasus tersebut dalam enam bulan terakhir.

"Barang bukti yang kami sita selama enam bulan terakhir kebanyakan berupa sabu-sabu yang totalnya mencapai tiga kilogram," kata Eko.

Pengungkapan kasus narkoba selama enam bulan terakhir, terbanyak dilakukan oleh Unit Penyidikan II Satuan Reserse Narkoba Polwiltabes Surabaya. Unit ini berhasil membongkar dua pabrik sabu-sabu di Surabaya, yakni di Perumahan Klampis Semolowaru dan Jalan Tidar.

Peringkat kedua pencatat rekor pengungkapan narkoba adalah Unit Pembinaan dan Penyuluhan Polwiltabes Surabaya, dengan mengungkap jaringan bandar sabu, dengan barang bukti mencapai dua kilogram sabu.
(dat01/ann)

Pembahasan
Remaja seakan-akan menjadi sasaran empuk bagi para pengedar narkoba. Kasus narkoba yang kini banyak beredar di masyarakat menunjukkan bahwa remajalah yang sangat rentan dan banyak menggunakannya.
Dampak Penyalahgunaan Narkoba
Dampak Jasmani
Dampak yang dapat ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba dalam segi kesehatan terutama menyerang system saraf pusat, yaitu otak dan sum-sum tulang belakang. Namun selain itu juga dapat ditemukan komplikasi seperti gangguan pada jantung, pembuluh darah, pada kulit (dermatologis) gangguan pada paru-paru dan lain sebaginya.

Dampak Kejiwaan
Gangguan psikiatrik dapat ditemukan pada orang yang meyalahgunakan narkoba seperti psikotik (gangguan jiwa berat), depresi dan tindak pengrusakan. Hal yang paling sering ditemukan adalah depresi akibat rasa bersalah dan putus asa karena gagal berhenti dari penyalahgunaan zat.

Dampak sosial
Pemakaian obat-obat terlarang telah banyak menimbulkan kesengsaraan. Pemakai sudah terbukti dapat meningkatkan berbagai kerawanan sosial dan masyarakat. Seperti meningkatnya tindak kekerasan, dan meningkatnya angka kriminalitas.


Peran Bidan dalam Menangani masalah
Upaya yang dapat dilakukan dalam upaya pencegahan serta penanggulangan narkoba pada remaja antara lain:
- Seorang tenaga kesehatan hendaknya mampu memberikan upaya promotif, preventif dan edukatif pada pencegahan penyalahgunaan obat . upaya preventif penting sekali bagi remaja yang mempunyai resiko tinggi . hal yang dapat dilakukan adalah melakukan pencegahan sebelum hal itu terjadi. Bentuk-bentuk upaya promotif, preventif dan edukatif tersebut adalah:
- Pemberian informasi dan pengetahuan
Pemberian informasi terhadap remaja harus dilakukan secara hati-hati, misalnya dengan menggunakan media massa. Selain itu, dapat digunakan dengan cara mengaitkan dengan pendididikan kesehatan secara luas dan tentang menghadapi dan menyelesaikan masalah hidup.
- Pendidikan dan Peningkatan afektif
Tujuan pendidikan adalah pengembangan kepribadian, pendewasaan diri, peningkatan kemampuanuntuk membuat keputusan yang bijaksana.
- Pengenalan dan intervensi diri
Intervensi dilakukan dengan memberikan kesempatan untuk mengemukakan isi hati atau pikirannya dan didengarkan secara simpatik sehingga masalah tersebut lebih mudah diselesaikan.
Peran serta orang tua dan guru
Hubungan komunikasi yang baik antara anak dengan orang tuanya tentu akan memudahkan dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi oleh anak. Selain untuk mencegah anak menyalahgunakan narkoba, orang tua juga berperan sebagai pemantau dan pendeteksi dini terhadap perilaku anak.

Kasus 1 Merokok

Pembahasan
Dari segi seorang remaja
Sebagai seorang remaja sudah sangat biasa menganggap remeh bahaya merokok. Mereka cenderung tidak memperhatikan efek bahaya yang ditimbulkan karna merokok, walaupun sebenarnya mereka sudah tau bahwa merokok sangat merugikan terutama dari segi kesehatan, maupun finansial. Maka dari itu, untuk merealisasikan kehidupan yang sehat dan bebas dari asap rokok, diperlukan kesadaran yang tinggi bagi seorang remaja dan juga niat yang sungguh – sungguh untuk berhenti merokok, pelan tapi pasti tanpa putus asa.
Bisa dilakukan perlahan misalkan mulai dari sebungkus rokok perhari menjadi dua atau tiga batang perhari, dan selanjutnya bisa menggantinya dengan permen karet misalnya, sebatang rokok diganti dengan mengemut permen. Seperti yang sudah dijelaskan pada kasus diatas.

Pembahasan
Telah berabad-abad tembakau dipergunakan oleh hamper seluruh dunia untuk memperoleh kenikmatan. Selama 20 tahun terakhir telah terlihat jelas dari penyelidikan-penyelidikan klinis dan epidemiologis, dibantu dengan penemuan-penemuan laboratorium bahwa merokok mengganggu kesehatan sampai pada keadaan yang cukup serius sehingga perlu dikembangkan cara untuk menghentikannya.
Telah terbukti bahwa merokok memegang peranan penting dalam timbulnya bermacam-macam penyakit diantaranya penyakit jantung, kangker paru-paru, bronchitis, penyakit pembuluh darah otak, gangguan pada janin yang sedang dikandung ibu yang merokok dll. Merokok tidak hanya dapat menyebabkan gangguan fungsi dari organ-organ tersebut, malahan dapat juga menyebabkan kematian seseorang.


Peran bidan
Seorang bidan hendaknya mampu memberikan penyuluhan kepada para remaja
Penyuluhan dapat dilakukan dengan cara mendatangi sekolah atau memberikan berbagai contoh kasus.
Hal yang perlu diperhatikan pada saat memberikan penyuluhan kepada remaja adalah berhati-hati dalam berbicara. Berbicara bersifat persuasif tetapi tidak memaksa, karena sebagian besar remaja tidak suka dipaksa.

BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa masa remaja adalah masa dimana seseorang seseorang berusaha untuk mencari hal-hal baru dan mencari jati dirinya sendiri.. Selain itu, remaja juga memiliki keadaan psikis yang masih sangat labil, sehingga seorang remaja biasanya dalam menyelesaikan masalah tidak dengan rasional tetapi menggunakan emosi saja.

Merokok dan narkoba merupakan salah satu bentuk penyimpangan yang banyak digunakan oleh remaja. merokok, penyalahgunaan narkoba dan obesitas adalah permasalahan yang kini banyak dijumpai pada remaja sekarang. Selain berdampak pada kesehatan, obesitas, narkoba dan merokok juga berdampak pada berbagai aspek seperti aspek sosial aspek psikologi
Oleh karena itulah, peran keluarga, lingkungan dan masyarakat sangat penting untuk mengendalikan tingkat penyimpangan pada remaja. Karena dengan adanya penyimpangan yang banyak dilakukan oleh remaja dapat menjerumus ke arah kriminal.

SARAN
• Kepada orang tua hendaknya menciptakan suasana komunikasi yang efektif antara anak dan orang tua agar terjadi keterbukaan dan orang tua akan lebih mudah dalam memantau keadaan anaknya.
• Kepada masyarakat diharapkan mampu menjadikan lingkungannya agar tetap terjaga dan terpantau. Termasuk juga kegiatan yang dilakukan oleh remaja.
• Kepada para kader kesehatan sebaiknya mampu memberikan penyuluhan dan pengarahan mengenai kesehatan dan berbagai masalahnya agar remaja mampu mengetahui mengenai keadaan kesehatan pada dirinya.
• Kepada aparat pemerintah hendaknya memberikan sanksi yang tegas kepada para remaja yang melakukan penyimpangan agar membuat jera pelakunya dan dapat dijadikan pembelajaran bagi yang lainnya.


DAFTAR PUSTAKA

Hartadi,charlie.1988.penanggulangan obesitas menuju hidup sehat.Jakarta:FK UI
ksupointer.com
Kompas.com
Lokakarya.1980. Merokok Merugikan Kesehatan.Yogyakarta:Fakultas Kedokteran UGM.
Okezone.com
Patrodiharjo, Subagyo.2008. Kenali Narkoba dan Musuhi Penyalahgunaannya.Jakarta: Erlangga.
Soege,rahmad.2009.Obesitas Permasalahan dan Terapi Praktis.Bandung:Sagung Seto.
Tim BERSAMA.2005.Pengawasan Serta Peran Aktif Orang Tua dan Aparat dalam Penanggulangan dan Penyalahgunaan Narkoba.Jakarta:Bersama.
.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar